Sekilas sisi menarik Ibu Kota Jakarta

sekilas sisi menarik ibu kota Jakarta
Siapa sih yang tidak tahu Ibu kota Jakarta !? Kota Metropolitan yang menampungi ribuan suku dari berbagai daerah di Tanah air ini pada siang hari selalu terlihat begitu sembrawut. Pagi macet, siang macet, sore macet, sampai malam masih tetap macet. kira-kira itu lah yang ada dalam benak kita jika menyebut kota Jakarta.

Berhubung saya bukan ahlinya, jadi saya tidak tau pasti apa penyebab dari semua itu, tapi jika kita lihat dari sisi kesadaran masyarakat Jakarta tentang keselamatan berkendara dijalan raya, itu adalah beberapa bagian dari penyebab kesembrawutan.

Hingga saat ini yang masih terlihat jelas suka kebut-kebutan dan ugal-ugalan di jalanan tetap dikuasai oleh dua raja jalanan ibu kota itu sendiri yaitu Metro Mini dan Kopaja.

Maka dengan demikian bisa kita pastikan bahwa salah satu faktor penyebab kemacetan adalah dari kesadaran masyarakat itu sendiri. kurangnya disiplin terhadap segala aturan yang ada tentu membawa dampak yang buruk.

Silih berganti Gubernur yang memimpin kota Metropolitan ini, mulai dari era Ali Sadikin hingga saat ini Anies Baswedan, Namun hingga sejauh ini seakan tak satupun dari beliau semua yang mampu mengatasi semua permasalahan yang ada di kota ini.

Plang Aturan Larangan

Sekalipun disetiap sudut Kota diberi tanda larangan, baik itu larangan mengenai tertib berlalu lintas, tertib membuang sampah dan sebagainya, namun hal itu tidak berdampak apapun. Meski berbagai aturan sudah dibuat, juga berbagai macam plang larangan dan aturan sudah ada.

Tapi semua plang larangan dan segala bentuk aturan itu justru hanya dianggap sebagi simbol uji nyali. Kenapa saya menyebutnya simbol uji nyali?  Kita  bisa perhatikan baik-baik, meskipun beberapa kawasan tertentu ada sebuah plang aturan dilarang stop dan dilarang parkir, namun tetap saja banyak kendaraan yang berhenti dan parkir di tempat larangan tersebut, ini lah problem Ibu Kota Jakarta.

Kecerdasan dan ketegasan Pemimpin

Berbicara mengenai kecerdasan dan ketegasan orang nomor satu di ibu Kota Jakarta, sebenarnya ketegasan seorang Gubernur tidak lah cukup jika tanpa dukungan dari warganya sendiri.

Sekalipun beberapa dari mereka mampu membawa perubahan yang jauh lebih baik dari pemimpin-pemimpin sebelumnya, seperti seorang Ahok salah satu contohnya. Nasib mereka pasti tidak akan bertahan lama, dan ini sedikit membingungkan bukan? tapi ya begitu lah Jakarta hehe..

Terlepas dari semua persoalan yang ada, tentunya akan selalu ada pemandangan wajah jakarta yang menarik dan indah. Seperti foto yang diatas, sekilas mungkin terlihat seperti kota New York (AS) pada malam hari. Tapi nyatanya gambar diatas adalah wajah kota Jakarta, Seakan menjadi bukti bahwa  ini adalah wajah asli  kota Jakarta yang sebenaranya.

Sunyi, tenang dan damai, mungkin itu tiga kata yang tepat untuk mengambarkan keindahannya. Saya satu dari ribuan manusia yang  bergantung hidup di kota ini, Hiruk pikuk pahit dan asin semua telah dirasakan di kota ini.

Perlu untuk diingat, Jakarta adalah kota Metropolitan yang selalu hidup 24 jam,  dan sekaligus menjadi kota destinasi utama para perantau dari seluruh pelosok Tanah air Nusantara.

Tradisi unik dari tahun ke tahun

Bukan hal yang baru ketika mudik liburan Idul Fitri tiba kota ini sangat sepih. Berhubung warga Jakarta didominasi oleh para perantau, maka kota ini akan mulai terlihat sepi pada satu minggu sebelum hari raya Idul Fitri tiba.

Karena hampir semua para perantau akan pulang ke kampung halaman masing-masing untuk dapat bersilahturami dengan keluarga besar di Kampung halamnanya masing-masing. Ini bukan tradisi kemarin sore, tapi sudah menjadi tradisi masyarakat luas Indonesia dari tahun ke tahun sejak 30 tahun yang lalu.

Yang menarik lainnya adalah setiap tahun ibu kota Jakarta ini selalu di serbu ribuan para pendatang baru dari seluruh pelosok Nusantara, meskipun alasan kota ini selalu diminati oleh pendatang baru masih belum jelas, tapi satu hal yang pasti Jakarta selalu terbuka lebar untuk siapapun yang datang dengan tujuan baik.

Bergantung hidup di sebuah kota memang menjanjikan, apa lagi di sebuah ibu kota Negara seperti Jakarta. Tapi jangan lupa, dimana kaki dipijak disitu langit dijunjung. Itu peribahasa leluhur kita!

Saran bijak untuk kita para perantau

Salah satu mantan gubernur DKI Jakarta, Bapak ir. Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok pernah mengatakan, Jakarta tidak butuh orang yang  pintar - pintar banget, tapi butuh orang yang mau bekerja keras, jujur dan disiplin.

Sebenarnya apa yang disampaikan oleh beliau itu memang bukan sebatas kata - kata omong kosong. Karena jika memang kita benar-benar ingin bertaruh hidup di sebuah kota besar seperti Jakarta, maka tidak bisa dipastikan bahwa seseorang yang berpendidikan  tinggi bisa terjamin mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.

Jaman seperti sekarang ini, berpendidikan tinggi saja tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan sebuah kemampuan atau skill. Maka jika ingin jadi perantau tujuan Ibu kota Jakarta, pendidikan tinggi itu penting, tapi kemampuan atau skill juga jauh lebih penting, karena itu akan menjadi bagian dari modal dasar kita sebagai perantau.

Namun beberapa persyaratan tersebut wajib dibarengi dengan  3 hal berikut ini: Pekerja keras, Jujur, serta disiplin tinggi. Dan percayalah dengan kutipan orang bijak,  bahwa hasil tidak akan menghianati sebuah kerja keras. Semoga bermanfaat..

Comments