Dorong Minat Anak Muda untuk Mengembangkan Peternakan Modern di Flores

Dorong Minat Anak Muda untuk Mengembangkan Peternakan Modern di Flores
Di era digital saat ini model peternakan modern sepertinya mulai dilirik para wirausaha. Mereka berlomba-lomba untuk mengaplikasikan teknologi dalam bisnis peternakan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kendala dalam usaha.

Seperti contohnya tiga perusahaan rintisan dalam bidang peternakan yang hadir dan mencuri perhatian melalui inovasi teknologi seperti Ternaknesia, Karapan dan Smart Ternak. Lalu bisakah peternakan dengan model modern dikembangkan di tanah Flores?

Peternakan di NTT Dibagi Menjadi Empat Klaster

Sebelum membahas lebih jauh tentang pengaplikasian peternakan modern di tanah Flores, mari kita ketahui terlebih dahulu pembagian wilayah peternakan di NTT.

Pembagian tersebut didasarkan karena potensi di setiap daerah berbeda dengan daerah yang lainnya, apalagi kondisi iklim dan cuaca ikut menentukan keberhasilan ternak.

Pembagian klaster tersebut juga didasarkan dari potensi dalam upaya untuk mengembangbiakkan ternak di wilayah yang cocok seperti survei yang dilakukan oleh dinas peternakan provinsi NTT yang sebelumnya.

Kawasan pertama difokuskan pada ternak besar melalui pola semi intensif yang didukung dengan unggas ternak kecil. Untuk kawasan kedua yang berada di Flores bagian timur lebih berfokus pada ternak kecil dan unggas yang didukung dengan ternak besar.

Sedangkan untuk kawasan ketiga di Flores bagian barat lebih fokus pada pengembangan ternak besar pola integrasi pangan perkebunan yang didukung dengan ternak kecil. Lalu untuk kawasan keempat yang berada di Sumba berfokus pada ternak besar yang didukung ternak kecil dan unggas.

Kebutuhan Peternakan Modern di Flores

Potensi peternakan di Flores memang cukup baik. Akan tetapi Sayangnya belum didukung dengan pengembangan yang lebih modern untuk meningkatkan hasil peternakan di setiap klaster.

Disampaikan oleh Dinas Peternakan di NTT bahwa rencana pengembangan peternakan di Flores sendiri mencakup pengembangan tanaman pangan, teknologi pakam dan juga perbaikan padang penggembalaan.

Selain itu juga memerlukan perbaikan mutu bibit serta revitalisasi inseminasi buatan. Pengembangan peternakan di Flores juga membutuhkan pengembangan di bidang investasi dan kemitraan.

Hingga pelayanan medis dan penyuluhan kesehatan demi meningkatkan industri pengolahan melalui agroindustri. Ada juga kegiatan untuk pengembangan pemanfaatan limbah ternak serta pelihara penyelamatan betina produktif.

Saat ini padang penggembalaan di NTT mencapai 830 ribu hektar lebih di mana belum dimanfaatkan secara maksimal. Luas lahan tersebut hanya digunakan untuk peternakan sapi, kuda, kerbau dan kambing. Padahal masih bisa juga didukung dengan pengembangan ternak kecil seperti babi, kambing atau domba.

Upaya Mewujudkan Peternakan Modern Berbasis Digital di Flores

Pemprov NTT sendiri sebenarnya sudah mengusulkan permintaan dukungan anggaran dana demi mengembangkan peternakan di NTT.

Khususnya yang berada di kawasan yang menjadi potensi penghasil ternak terbanyak seperti Sumba Timur, Daratan Flores, Daratan Timur yang ada di Kabupaten Kupang, TTS dan Belu.

Akan tetapi sokongan dana saja tidak cukup untuk mewujudkan peternakan modern berbasis digital di Flores.Sebagian besar peternakan di Flores masih menggunakan mekanisme jual beli yang sederhana atau tradisional.

Sehingga melalui sistem pemasaran yang masih tradisional ini menyebabkan nilai keuntungan yang diperoleh pelaku kurang optimal dan tidak bisa dinikmati secara adil.

Oleh karena itu Flores membutuhkan perencanaan yang mantap dan panduan operasional untuk mewujudkan pasar ternak ideal. Sehingga tanah Flores bisa menjadi salah satu pemasok ternak dengan grade yang bagus, baik dalam bentuk daging maupun hewan hidup.

Untuk mewujudkan peternakan berbasis digital di Flores perlu adanya kerjasama antara peternak sendiri, kelembagaan pasar ternak serta pemerintah sebagai fasilitator.

Seperti yang sudah di singgung sebelumnya, bahwa pembangunan peternakan modern juga harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah atau setiap klaster peternakan di Flores sehingga bisa saling mengisi.

Secara fisik pemasaran ternak secara modern sudah harus mendapatkan dukungan fungsi-fungsi pasar secara lebih komprehensif.

Dalam hal ini memerlukan kelengkapan sarana usaha seperti Rumah Potong Hewan, industri pengelolaan dan pemasaran daging melalui bussiness center.

Melihat potensi peternakan di tanah Flores, sehingga perlu juga adanya kerjasama antara peternak dengan pemerintah daerah.

Dan generasi muda di Flores harus bersama-sama meningkatkan taraf hidup para peternak melalui upaya untuk mewujudkan peternakan modern berbasis digital.

Comments