Meningkatnya Wisatawan ke Labuan Bajo Flores

Meningkatnya Wisatawan ke Labuan Bajo Flores
Seperti kita ketahui Labuan Bajo Flores merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Negeri ini. Selama 3 tahun terakhir ini jumlah wisatawan yang datang berkunjung ke Labuan Bajo semakin tahun semakin meningkat.

Nama Labuan Bajo pun semakin hari semakin dikenal luas oleh masyarakat  Indonesia maupun Manca Negara, tempat wisata di Labuan Bajo Flores memang sangat menarik untuk dikunjungi.

Namun yang menarik lain adalah para wisatawan yang ke Labuan Bajo bukan  hanya berasal dari dalam Negeri, tapi jauh lebih banyak wisatawan dari luar Negeri. Ini terbukti dari catatan Dinas Pariwisata kabupaten Manggarai Barat.

Catatan Dinas Pariwisata kab. Manggarai Barat 

Jika kita melihat angka dari Dinas pariwisata kabupaten Manggarai Barat untuk tahun 2016, jumlah wisatawan dalam negeri yang datang ke Labuan Bajo berjumlah 29.377 orang, sedangkan wisatawan manca negara atau wisatawan asing berjumlah 54.335 orang, jika ditotal 83.712 orang.

Tahun 2017 angka ini semakin meningkat dengan jumlah wisatawan lokal/berasal dari Flores sendiri 1.592 orang, wisatawan  dalam negeri yang berasal dari seluruh Nusantara 43.556 orang, wisatawan manca negara 66.601 orang, total keseluruhan mencapai 111.749 orang.

Tahun 2018 wisawan lokal 2.196 orang, wisatawan dari dalam Negeri 49.987 orang, wisatawan manca negara 80.683 orang, total 163.807 orang.

Dari angka yang semakin meningkat dari tahun ke tahun seperti ini, lantas apa yang perlu diperbaiki, atau harus dibenahi untuk mendukung kemajuan wisata yang ada di Labuan Bajo Flores ini ?
  • Mari simak berikut ini:
Yang pertama tentu dari Pemerintah pusat melalui kementerian Pariwisata sudah membuat sebuah program khusus seperti saat ini yang sudah diterapkan. yaitu menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi super unggulan.

Selain pemerintah Pusat, pemerintah provinsi NTT, dan Pemerintah daerah kabupaten diseluruh NTT sendiri harus ambil peran aktif untuk mendukung program wisata unggulan ini. Diantaranya agar memperhatikan 4 hal berikut ini:
  1. Meningkatkan pelayanan dan fasilitas yang sudah ada.
  2. Menjamin keamanan dan kenyaman para wisatawan yang datang.
  3. Akses seperti jalan Trans Flores terus dirapihkan dan perlebar.
  4. Transportasi laut dan darat lebih diperhatikan lagi kelayakannya, dengan demikian para wisatawan tidak khawatir dan kesulitan.
Dengan adanya program dan pembenahan seperti diatas semoga akan mempermudah segala persoalan yang ada selama ini, dan mampu mencegah insiden kecelakaan, terlebih di Labuan Bajo.

Perlu untuk kita ketahui Labuan Bajo Flores merupakan gerbang utama untuk tempat-tempat wisata yang ada di provinsi Nusa Tenggara Timur. Ini pun bukan tanpa sebab karena Labuan Bajo memiliki berbagai macam tempat wisata yang sangat indah dan menarik.

Jika mengingat semua persoalan diatas, keindahan alam pariwisata yang ada di Labuan Bajo tidak lah ada artinya jika tidak didukung oleh Transportasi, terlebih transportasi udarah atau pesawat.

Pentingnya Dukungan Transportasi Udarah

Berbicara mengenai meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Labuan Bajo, rupanya kesempatan ini dimanfatkan dengan baik oleh beberapa maskapai penerbangan Nasional. Seperti Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air, Wings Air dan masih banyak lainnya.

Meskipun akhir-akhir ini masih sering terdengar masalah mengenai mahalnya harga tiket pesawat Jakarta - Flores, dan dari Flores - Jakarta, begitu pun dari dan ke kota-kota lainnya.

Sejauh ini harga tiket pesawat yang cukup mahal memang masih menjadi problem tersendiri untuk  berkembangnya wisata di Flores dan NTT secara umumnya.

Namun problem tetaplah menjadi problem, karena nyatanya saat ini problem tersebut sudah terbukti kalah oleh keindahan, menarik, dan uniknya tempat wisata Labuan Bajo.

Dengan dibukannya rute penerbangan Jakarta - Flores oleh beberapa maskapai tersebut tentu membawa dampak yang positif terhadap perkembangan wisata  di Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur secara umumnya.

Karena secara tidak langsung para maskapai penerbangan ini sudah memberikan dukungan untuk terus berkembanganya wisata Labuan Bajo. Jika saja mereka tidak membuka rute ke Flores, tentu dampaknya ini justru memperlambat kemajuan wisata Labuan Bajo Flores.

Sedangkan mengenai harga tiket pesawat yang mahal itu masalah lain, kita berharap saja agar ke depannya pemerintah Pusat mampu memberikan perhatian yang lebih lagi terhadap hal ini, agar NTT tidak melulu dianggap sebagai anak tiri.

Comments