Polemik Wisata Halal Labuan Bajo Flores

Polemik Wisata Halal Labuan Bajo Flores
Polemik wisata halal Labuan Bajo Flores, NTT. Akhir-akhir ini telah banyak berita yang beredar terkait program wisata halal yang akan diterapkan di Labuan Bajo Flores, NTT.

Ketika berita tersebut sudah beredar luas diberbagai macam Sosial media, tanggapan dan komentar dari para warga net pun mulai memancing polemik, terutama yang berasal dari NTT.

Penolakan

  • Masyarakat Labuan Bajo
Puncak dari polemik ini terjadinya aksi demonstasi menuntut pembubaran Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo (BOPLBF) yang berlansung di Labuan Bajo pada tanggal 08 Mei 2019.

Aksi ini berlangsung di kantor DPRD dan kantor Bupati Manggarai Barat. Banyak Tokoh NTT yang menolak keras wacana ini, terlebih dari masyarakat Labuan Bajo, dan warga NTT yang saat ini berada di Luar NTT. seperti yang ada di Jakarta,Bali,Surabaya & Makasar.

Mereka menilai hal ini akan menjadi awal yang bisa merusak citra Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi yang telah dikenal dengan toleransi tinggi.

  • Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat

Gubernur Nusa Tenggara Timur ini menolak keras adanya program Wisata Halal Labuan Bajo, Flores. Menurutnya tidak ada di NTT pake halal, kalau ada halal jelas ada haram. Kalau ada wisata halal berarti yang lain haram, ucapnya.

Dalam pariwisata tidak ada ilmu yang mengatakan halal, tetapi ada segmen yang mengatakan alasan tentang kesehatan, atau keyakinan. mereka pun lebih baik ada dalam komunitas tertentu, itu hanya segmen tertentu.

Beliau juga mengatakan tidak boleh ada wisata halal di NTT, nanti itu bisa bikin ribut, dan menurutnya Badan Otoritasnya juga tidak jelas.

  •  Melkias Mekeng Anggota Parlemen RI Fraksi Golkar 

Melkias Mekeng ikut menolak keras adanya program ini, baginya program wisata halal ini sama sekali tidak sesuai kearifan lokal. Selain itu hal ini juga dapat memicu gangguan kerukunan antar umat beragama di NTT.

Ia juga menilai program wisata halal ini tidak sesuai dengan wisata budaya yang sedang dikembangkan oleh Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini. 

Melkias juga menegaskan akan mengirim surat penolakan ke Presiden Jokowi dan Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk segera menghentikan program tersebut.

Dia juga mengatakan potensi wisata yang ada di NTT selama ini sudah berjalan dengan baik, jangan diganggu oleh Otoritas yang tidak paham dengan kebudayaan Nusa Tenggara Timur.

  • Keuskupan Ruteng Manggarai Raya

Dengan adanya upaya menerapkan Wisata Halal Labuan Bajo Gereja Katolik Manggarai Raya tidak tinggal diam, penolakan yang dilakukan oleh Gereja Katolik Manggarai Raya ini disampaikan melalui surat.

Dalam surat tersebut Keuskupan Ruteng Mgr.Silvester San menyampaikan beberapa alasan yang menurutnya tidak sesuai dengan Tradisi dan Budaya NTT.
  1. Wacana ini mulai menimbulkan keresahan ditengah masyarakat dan dapat menimbulkan konflik yang pada akhirnya merugikan Pariwisata itu sendiri.
  2. Gagasan pariwisata halal bersifat eksklusif, dan tidak menghormati Kebhinekaan yang menjadi Roh dasar Negara Pancasila.
  3. Pariwisata halal tidak sesuai dengan kebudayaan lokal dan keyakinan mayoritas masyarakat setempat.
Selanjutnya Mgr. Silvester San juga merekomendasikan agar pariwisata mesti berbasis pada Budaya dan Tradisi.

Klarifikasi dari BOP Labuan Bajo,Flores.

Mendengar maraknya info yang beredar ditengah masyarakat, Shana Fatina selaku Direktur Utama Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo memberikan klarifikasi terkait hal ini.

Klarifikasi tersebut bertujuan untuk meluruskan kesimpangsiuran yang sudah beredar luas ditengah masyarakat. Berikut tiga poin pentingnya:
  1. Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo tidak pernah berniat melabeli Labuan Bajo sebagai destinasi Wisata Halal.
  2. Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo berperan menjalankan fungsi koordinatif, yaitu sebagai penghubung antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, antar Pemerintah Daerah, dalam rangka mempercepat pembangunan pariwisata Labuan Bajo, sebagai bagian dari destinasi pariwisata super prioritas.
  3. Dalam membangun dan mengembangkan pariwisata Labuan Bajo, Badan Otoritas Pariwista Labuan Bajo akan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal, yaitu pembangunan pariwisata berbasis Budaya dan Tradisi lokal.
Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga pariwisata Labuan Bajo yang kondisif, dan bekerja sama mewujudkan pariwisata yang inklusif di Labuan Bajo. Semoga bermanfaat..

Comments